PM Selandia Baru Jacinda Ardern Umumkan Mundur dari Jabatan

PM Selandia Baru Jacinda Ardern Umumkan Mundur dari Jabatan
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

arsipsumut.com

Perdana Menteri atau PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan mundur dari jabatannya pada Kamis, 19 Januari 2023. Pengunduran dirinya akan berlaku mulai bulan depan. "Bagi saya ini saatnya," katanya saat berbicara dalam konferensi pers, Kamis, 19 Januari 2023. "Saya tidak punya cukup energi untuk memimpin empat tahun lagi."

Jacinda Ardern menjadi PM Selandia Baru ke-40 sejak 2017. Dalam beberapa waktu terakhir, popularitas Partai Buruh yang dipimpinnya dan ia secara pribadi, terus menurun dalam jajak pendapat. 

Ardern mengatakan masa jabatannya akan berakhir pada 7 Februari 2023. Dia berharap perdana menteri baru dari Partai Buruh akan dilantik saat itu, namun bisa juga lebih awal.

“Keputusan itu milik saya sendiri,” kata Ardern. “Memimpin suatu negara adalah pekerjaan paling istimewa yang pernah dimiliki siapa pun, tetapi juga yang paling menantang. Anda tidak dapat dan tidak boleh melakukannya kecuali memiliki tangki penuh, ditambah sedikit cadangan untuk tantangan tak terduga itu,"ujarnya. 

Dia mengatakan pada akhir 2022, dia meluangkan waktu untuk mempertimbangkan apakah memiliki apa yang diperlukan untuk melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri. Pada akhirnya dia menyimpulkan sudah waktunya untuk mundur.

Namun, dia menambahkan: “Saya tidak pergi karena itu sulit. Jika itu masalahnya, saya mungkin akan berhenti bekerja selama dua bulan," ujarnya. Dia mencatat berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahannya, termasuk pandemi Covid-19, serangan teror Christchurch 2019, dan letusan gunung berapi mematikan di Pulau Waiheke.

Ardern mengatakan tidak ada rahasia di balik pengunduran dirinya. "Saya hanya manusia biasa. Kami memberikan sebanyak yang kami bisa selama dan inilah waktunya. Bagi saya, inilah waktunya," katanya.

"Saya pergi karena dengan pekerjaan istimewa seperti itu muncul tanggung jawab besar. Tanggung jawab untuk mengetahui kapan Anda adalah orang yang tepat untuk memimpin dan juga kapan Anda tidak."

Menurut dia, pengumuman awal pengunduran dirinya sebagai PM Selandia Baru akan memungkinkan perencanaan dan persiapan oleh lembaga pemerintah dan partai politik. Pemilihan umum akan diadakan pada 14 Oktober 2023.

Jacinda Ardern menjadi Perdana Menteri pada 2017 di usia 37 tahun. Dia adalah pemimpin wanita ketiga Selandia Baru dan salah satu pemimpin termuda di dunia. Setahun setelah menjadi perdana menteri, dia melahirkan anaknya di kantor. 

Dia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada tahun 2020. Kemenangannya itu antara lain disokong oleh kesuksesan pemerintah Selandia Baru dalam menangani pandemi Covid-19. 

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberi pujian atas pengumuman mundurnya Ardern. "Dia telah menunjukkan kepada dunia bagaimana memimpin dengan kecerdasan dan kekuatan dan telah menjadi teman yang baik bagi saya."

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال