Samsung dan LG Bakal Tambah Investasi ke Vietnam Lebih dari Rp90 T

Samsung dan LG Bakal Tambah Investasi ke Vietnam Lebih dari Rp90 T
Raksasa elektronik Korea Selatan Samsung dan LG disebut berencana menggelontorkan investasi tambahan lebih dari Rp90 triliun ke Vietnam. Ilustrasi. (AFP/ANTHONY WALLACE).

arsipsumut.com

Raksasa elektronik Korea Selatan Samsung dan LG disebut berencana menggelontorkan investasi tambahan senilai lebih dari Rp90 triliun ke Vietnam.

Dilaporkan media pemerintah Vietnam yang dikutip Reuters, Selasa (6/12), pengumuman itu muncul setelah Samsung memotong jumlah produksi smartphone di Vietnam dua kali tahun ini sebagai respons atas permintaan global yang melemah.

Samsung Electronics, investor tunggal asing terbesar di Vietnam, rencananya menginvestasikan US$2 miliar setara Rp31,2 triliun (asumsi kurs Rp15.636 per dolar AS).

Menurut Kantor Berita Vietnam, jumlah ini jika diakumulasikan dengan rencana investasi sebelumnya menjadi US$20 miliar atau Rp312 triliun.

Selama bertahun-tahun, Samsung telah memproduksi hampir setengah smartphone-nya di Vietnam dan menyumbang hampir seperlima dari keseluruhan ekspor negara tersebut.

Investasi tambahan ini akan semakin memperkuat Vietnam sebagai lokasi produksi utama Samsung. Hal ini diungkapkan usai pertemuan antara Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan kepala eksekutif perusahaan Han Jong-hee pada hari Selasa di Seoul.

Secara terpisah, pemerintah Vietnam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa LG juga akan menginvestasikan US$4 miliar atau Rp62 triliun di negara itu untuk menjadikannya sebagai pusat produksi smartphone.

Namun, pernyataan pemerintah Vietnam itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang investasi kedua perusahaan tersebut.

Sementara itu, LG tidak memberi komentar terkait suntikan investasi tambahan ini. Padahal diketahui, LG sejauh ini telah menginvestasikan US$5,3 miliar setara Rp82,8 triliun di Vietnam untuk membuat produk seperti peralatan elektronik rumah tangga, kamera, dan suku cadang mobil.

Pengumuman terkait investasi itu dikeluarkan ketika Vietnam dan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka meningkatkan hubungan mereka menjadi "kemitraan strategis yang komprehensif", pada Selasa (6/12). Kemitraan ini telah dibangun Vietnam hanya dengan China, Rusia, dan India.

Kedua negara bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi US$100 miliar atau lebih dari Rp1.500 triliun tahun depan.

Secara akumulatif akan menjadi US$50 miliar atau Rp2.345 triliun pada 2030. Investasi ini meningkat dari US$78 miliar setara Rp1.200 triliun tahun lalu.

Vietnam selama dekade terakhir muncul sebagai salah satu pusat produksi paling menarik bagi perusahaan elektronik, tetapi permintaan global yang melemah telah mendorong pengurangan produksi sepanjang tahun ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال