Ibu kota China Bersiap 'Hidup' Lagi saat Lockdown Dicabut

Ibu kota China Bersiap 'Hidup' Lagi saat Lockdown Dicabut
Bilik-bilik tes Covid-19 di Beijing. (REUTERS/THOMAS PETER)

arsipsumut.com

Ibu kota China, Beijing, bersiap 'hidup' kembali saat pemerintah resmi mencabut penguncian wilayah atau lockdown Covid-19.

"Beijing mempersiapkan diri untuk 'hidup' kembali. [Orang-orang] mencabut secara bertahap," demikian menurut laporan media pemerintah, China Daily.

Media itu juga menegaskan warga di Beijing akan hidup normal secara perlahan. China dilaporkan akan mengumumkan pelonggaran aturan pembatasan Covid-19, Rabu besok.

Salah satu pelonggaran itu dimulai dari mencabut aturan wajib hasil tes negatif Covid-19. Syarat ini mulanya diperlukan saat memasuki ruang publik dan naik transportasi umum.

"Ini mungkin langkah awal untuk pembukaan kembali dari pandemi Covid-19," kata salah satu penduduk di Beijing, Hu Dongxue (27), seperti dikutip Reuters, Selasa (6/12).

Di tengah pelonggaran ini, kasus di China tengah Covid-19 meningkat. Pada Senin kasus harian bertambah 30.247, sementara rata rata kasus dalam sepekan mencapai 34.176.

Hingga Senin, kasus kematian di China mencapai 5.235 jiwa. Namun, beberapa pengamat memperingatkan angka kematian lebih dari satu juta.

Pelonggaran pembatasan di China terjadi usai banyak protes terjadi di kota-kota negara itu.

Pekan lalu, demonstrasi terjadi di Kota Guangzhou dan jalan Urumqi, Shanghai. Demo ini berujung bentrok antara polisi dengan peserta aksi.

Usai serangkaian demo itu, polisi China memperketat keamanan, termasuk memeriksa ponsel warga yang lewat di lokasi unjuk rasa seperti Shanghai dan Beijing.

Selain itu, polisi juga disebut menyeret dan menggantung para pedemo.

Salah satu demonstran yang menjadi korban gantung, Chen, mengatakan polisi merangsek masuk ke kerumunan demonstran. Mereka lalu menyeret siapapun tanpa pandang bulu untuk digantung terbalik sebelum diangkut paksa ke dalam bus.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال