Jokowi: Mata Dunia ke G20, Cetak Keberhasilan atau Tambah Kegagalan?

Jokowi: Mata Dunia ke G20, Cetak Keberhasilan atau Tambah Kegagalan?
Presiden Joko Widodo (tengah) disaksikan Perdana Menteri India Narendra Damodardas Modi (kiri) dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni (kanan) menghadiri acara pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa 15 November 2022. Presiden RI Joko Widodo berharap G20 dapat menjadi katalis pemulihan ekonomi yang inklusif di tengah global sedang menghadapi situasi sulit seperti saat sekarang ini. MEDIA CENTER G20 INDONESIA/Prasetyo Utomo

arsipsumut.com

Sub-Pokja Civil 20 Indonesia atau C20 Indonesia menyebut agenda G20 Indonesia tidak akan menghasilkan komunike jika tak mengangkat isu perlindungan masyarakat sipil. Berdasarkan keterangan resminya, C20 melihat adanya persoalan kebebasan sipil di level domestik negara-negara G20.

C20 menilai, sentimen publik terhadap G20 menjadi hal yang maklum mengingat minimnya upaya pemerintah untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi memberikan suara terkait isu global.

Melalui keterangan resminya, C20 juga menyebutkan sejumlah pelanggaran terhadap masyarakat sipil yang menimpa sejumlah aktivis di Bali menjelang G20. Pihaknya menyebutkan, pelanggaran itu merupakan cerminan bahwa pemerintah belum dapat memaknai peningkatan kesejahteraan yang merupakan tujuan dilakukannya G20.

"Wacana pemulihan ekonomi global yang diangkat forum G20 2022 hanya akan dikenang sebagai jargon elitis yang nihil akan gagasan keberlanjutan serta keberpihakan pada hak asasi manusia,” tulis Sub Pokja C20 dalam keterangannya, Selasa 15 November 2022. 

Dari poin-poin tersebut, C20 Indonesia mengambil sikap untuk mendesak agar presidensi G20 dan C20 selanjutnya dapat melanjutkan working group C20 Indonesia untuk merespons isu masyarakat sipil global yang semakin menyusut dari waktu ke waktu.

Sejauh ini, langkah C20 sebagai engagement group G20 dalam memperjuangkan persoalan perlindungan masyarakat sipil telah mendapat puluhan ribu dukungan masyarakat dunia. Adapun petisi yang dibuat mitra Sub-Pokja Civic Space di New York telah mendapatkan respons lebih dari 37 ribu orang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال