Ribut-Ribut Dugaan Ijazah Palsu, Dosen Senior UGM Bantah Pengakuan Jokowi

Ribut-Ribut Dugaan Ijazah Palsu, Dosen Senior UGM Bantah Pengakuan Jokowi
Foto yang disebut-sebut sebagai Jokowi saat kuliah di UGM.

arsipsumut.com

Pada tahun ketiga menjadi presiden, Jokowi datang ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Mengenakan setelan jas, Presiden bernostalgia masa-masa kuliah.

Jokowi mengaku kuliah pada jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan UGM. Di depan petinggi kampus, Jokowi bercerita saat dirinya bolak balik mengurus skripsi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengenang dosen pembimbing skripsinya bernama Kasmujo. Saat itu Kasmujo ikut hadir dan langsung diminta Jokowi berdiri memperlihatkan dirinya di hadapan hadirin.

Jokowi mengatakan, Kasmujo termasuk pembimbing skripsi yang “galak”. Mengaku kerap dibentak. Dalam proses penyusunan skripsi itu, Jokowi mengaku sempat bolak balik saking telitinya sang dosen. 

Dalam pidato yang diselingi canda tawa khas Jokowi itu, dia juga sempat mengingat, di kelasnya ada 9 perempuan. Namun, beberapa rekan seangkatannya mengoreksi hanya 8 perempuan. 

“Lha yang satunya ke mana. Seingat saya sembilan,” kata Jokowi.

Momen Jokowi bernostalgia saat masa kuliah itu menarik di tengah kasus dugaan ijazah palsu. Presiden Jokowi tengah digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. 

Gugatan didaftarkan oleh Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Under Cover. Gugatan didaftarkan pada Senin (3/10/2022) dengan nomor perkara:592/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst. Klasifikasi perkara adalah perbuatan melawan hukum.

Bambang menggandeng Ahmad Khozinudin sebagai kuasa hukum. Adapun para tergugat yaitu Presiden Jokowi (tergugat I), Komisi Pemilihan Umum/KPU (tergugat II), Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR (tergugat III), dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi/Kemenristekdikti (tergugat IV).

“Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya,” demikian bunyi poin pertama petitum penggugat dilansir dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). 

Selain itu, masih dalam petitumnya, penggugat ingin PN Jakarta Pusat menyatakan Jokowi telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berupa membuat keterangan yang tidak benar dan/atau memberikan dokumen palsu berupa ijazah (bukti kelulusan) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atas nama Joko Widodo.

PN Jakarta Pusat juga diminta menyatakan Jokowi telah melakukan PMH berupa menyerahkan dokumen ijazah yang berisi keterangan yang tidak benar dan/atau memberikan dokumen palsu sebagai kelengkapan syarat pencalonannya untuk memenuhi ketentuan Pasal 9 ayat (1) huruf r Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 untuk digunakan dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Pengakuan Dosen Senior UGM 

Pada 2017, Kasmujo yang diklaim Jokowi sebagai dosen pembimbingnya, angkat bicara. Saat Jokowi bercerita masa-masa susun skripsi, Kasmujo hanya senyum-senyum. 

Namun, ketika ditanya wartawan setelah acara, barulah Kasmujo bicara banyak. Dia membantah beberapa pernyataan Jokowi dalam acara tersebut.

Kasmujo mengatakan, pengakuan Jokowi yang bolak-balik saat mengurus skripsi, tidak benar.

“Ya itu (bolak balik menghadap) relatif. Tetapi menurut saya tidak sering kok, cukup bagus dia. Kebetulan dia (Jokowi) agak cukup respons,” jelasnya mengutip Detik.com.

Menurutnya, waktu yang dibutuhkan Jokowi untuk menyelesaikan skripsinya juga dinilainya tak terlalu lama. Hampir sama seperti mahasiswa era 80-an pada umumnya.“Skripsinya itu saya agak lupa, tetapi kira-kira yang normal enam bulan. Itu (Jokowi) lebih sedikit. Tidak terlalu (lama), dia disiplin memang,” tambah Kasmujo.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال