Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Siklon Tropis NESAT, Bencana Hidrometeorologi Jatim

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Siklon Tropis NESAT, Bencana Hidrometeorologi Jatim
Ilustrasi Siklon Tropis. bmkg.go.id

arsipsumut.com

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Minggu, 16 Oktober 2022, dengan sebagian wilayah Indonesia dilanda hujan. BMKG juga memantau pergerakan bibit Siklon Tropis 23W dan mengeluarkan peringatan siaga bencana hidrometeorologi.

Ibu kota provinsi yang diperkirakan dilanda hujan disertai petir adalah Jambi, Samarinda dan Tarakan. Hujan lebat kemungkinan terjadi di Medan.

Hujan skala sedang diperkirakan terjadi di Bengkulu dan Makassar.  Hujan skala ringan kemungkinan terjadi di Banda Aceh, Denpasar, Serang, Yogyakarta, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Mataram, Pekanbaru, Mamuju, Kendari dan Padang.

Provinsi di Indonesia yang berada dalam kategori Siaga"terhadap bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, dan lainnya) dampak dari potensi hujan lebat adalah Jawa Timur.

BMKG memantau pergerakan bibit Siklon Tropis 23W yang telah berkembang menjadi Depresi Tropis (TD) C. Depresi tropis adalah suatu sistem tekanan rendah yang menyebabkan sirkulasi dan penumpukan massa udara sehingga mengakibatkan adanya pumpunan awan dan badai petir

Perkembangan terbaru, bibit siklon itu telah meningkat menjadi Siklon Tropis NESAT. Siklon Tropis NESAT saat ini terpantau di perairan utara Filipina, dengan kecepatan angin maksimum 40 knots (75 km/jam) dan tekanan udara minimum sebesar 994 mb bergerak ke arah barat menjauhi wilayah.

Siklon Tropis NESAT dalam 24 jam ke depan diperkirakan meningkat dengan dampak hujan sedang hingga lebat disertai petir/petir dan angin kencang di Kepulauan Riau.

Dampak terhadap gelombang tinggi air laut dengan ketinggian 2,5–4 meter di perairan utara Sabang, dan Selat Malaka bagian utara.

Terlihat juga adanya daerah pertemuan angin yang disertai perlambatan kecepatan (konvergensi) yang memanjang di Laut Cina Selatan, di perairan barat-utara Aceh, dari Sumatra Utara hingga Selat Malaka, dari Laut Jawa bagian barat hingga Kepulauan Bangka-Belitung. Juga dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi bagian tengah, dan Papua. 

Selain itu terpantau daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Natuna bagian utara. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Suhu udara berkisar 20-33°C dengan suhu terendah di Bandung. Suhu tertinggi di Gorontalo, Semarang, Surabaya, Kupang, Makassar dan Palembang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال