Pertamina Yakin Kuota Pertalite Cukup Hingga Akhir Tahun

Pertamina Yakin Kuota Pertalite Cukup Hingga Akhir Tahun
Antrean pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa 7 Juni 2022. Pemerintah mengisyaratkan mengatur pembelian BBM subsidi caranya dengan membatasi konsumsi masyarakat mampu menikmati Pertalite dan Solar, ini bertujuan untuk meringankan beban keuangan negara lewat penyaluran BBM subsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero). Tempo/Muhammad Syauqi Amrullah

arsipsumut.com

PT Pertamina (Persero) yakin kuota Pertalite yang ditetapkan pemerintah bisa mencukupi hingga akhir tahun ini.

Salah satu alasannya adalah realisasi penyaluran Pertalite per 30 September 2022 mencapai 21,9 juta kiloliter (kl). Angka itu hampir menyentuh kuota yang ditetapkan pada awal tahun sebesar 23 juta kl. Tapi jumlah kuota hingga akhir tahun telah disesuaikan menjadi 29,9 juta kl.

"Kami proyeksikan sampai akhir tahun termasuk juga kami memperhitungkan seasonal di Natal dan tahun baru ini angkanya sama insya Allah 29,9 juta kl," kata VP Sales Support Pertamina Patra Niaga Zibali Hisbul dalam sebuah webinar, dikutip Jumat , 14 Oktober 2022.

Adapun untuk kuota jenis BBM tertentu (JBT) minyak Solar hingga akhir September telah mencapai 12,8 juta kl. Jumlah tersebut mendekati total kuota yang ditetapkan pada awal tahun sebesar 15 juta kl.

Namun begitu, pemerintah telah menetapkan total kuota baru hingga akhir tahun menjadi sebesar 17,6 juta kl. Zibali yakin pada penyaluran JBT dan JBKP hingga akhir tahun mendatang akan sesuai dengan total kuota yang telah disesuaikan pemerintah.

Pertamina juga akan memastikan agar BBM bersubsidi yang disalurkan pada tahun ini tidak melebihi kuota yang ditetapkan. "Kami akan optimalkan dengan tentunya pada penyalurannya tetap tepat sasaran dan terkendali supaya tidak melampaui kuota dan juga sesuai peruntukan," tuturnya.

Adapun dalam penerapan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli Pertalite, tercatat sebanyak 986.644 kendaraan ditolak saat mendaftar. Hingga 12 Oktober 2022, Pertamina menerima data pendaftar sebanyak 2,8 juta kendaraan.

Jumlah itu, kata dia, baru sekitar 8,8 persen dari total populasi kendaraan yang ada di Indonesia. "Dari yang mendaftar 65 persen terima atau mendapatkan QR code, ada juga yang belum terima," ucap Zibali.

Dari total 2,8 juta kendaraan yang mendaftar, sebanyak 1,87 juta kendaraan telah lolos verifikasi dan mendapatkan QR code untuk pembelian Pertalite di SPBU. Sementara itu, 986.645 kendaraan atau setara dengan 34 persen masih belum lolos verifikasi untuk pemberian QR code.

Dalam catatan Pertamina, sebanyak 11.065 kendaraan atau 1 persen dari total yang mendaftar masih dalam proses verifikasi."Yang belum terima itu kenapa? Ada beberapa faktor, foto stnknya tidak terbaca dan foto KTP buram, jumlah roda pada foto kendaraan tidak terlihat, foto kendaraan tidak sesuai," tuturnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال