Luhut Pandjaitan: Saya Populer, tapi Untungnya Tak Mau Jadi Presiden

Luhut Pandjaitan: Saya Populer, tapi Untungnya Tak Mau Jadi Presiden
Luhut Panjaitan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

arsipsumut.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mendengar bahwa dirinya cukup populer. Meski begitu, dia tak ingin maju ke ranah politik, apalagi menjadi presiden.

Popularitas Luhut didorong oleh sejumlah pihak, seperti timnya yang membantu dia dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Dari sana, dia mengaku disebut-sebut sebagai tokoh populer.

Hal ini diungkapkan Luhut dalam peluncuran dan bincang buku 'Luhut', sebuah Biografi Luhut Binsar Pandjaitan yang ditulis Noorca M. Massardi.

"Terima kasih pada mereka yang telah bantu saya dalam banyak hal, sehingga katanya saya populer. Tapi, untung saya nggak mau jadi (calon) presiden atau calon wakil presiden," ungkapnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (7/10).

"Jadi saya boleh ngomong bebas," tambahnya.

Pada kesempatan ini, dia juga mengisahkan bagian-bagian terbaik dalam hidupnya. Diketahui, Menko Luhut merupakan jebolan TNI, dia juga pernah menjabat dan turut ikut melakukan resktrukturisasi di tubuh Kopassus. Menurutnya, selama menjadi tentara itulah yang jadi bagian terbaik hidupnya.

"'Mana yang paling bahagia di dalam hidup kamu?' Saya tetap jawab waktu saya Tentara," ujarnya tegas.

"Waktu saya jadi kopassus, itu yang saya paling nikmati di mana saya ikut jadi bagian dari pak Sintong (Sintong Panjaitan) mereorganisasi kopassus," bebernya.

Hadapi Krisis Global

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, krisis global sudah di depan mata. Oleh sebab itu seluruh elemen masyarakat harus bersiap menghadapi krisis.

Menko Luhut menjelaskan, ketegangan yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina dan China dengan Taiwan menyebabkan berbagai krisis seperti energi, pangan dan ekonomi. Dampak dari konflik tersebut pasti akan mempengaruhi Indonesia.

"Kalau kita semua kompak, semua kita satu bahasa dalam keadaan yang sangat krusial ini di mana dunia diramalkan akan memasuki global crisis, perfect Storm akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan ini, kita harus menata negeri kita ini dengan baik," ujar Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan pidato dalam perayaan Puncak Hari Maritim, Selasa (27/9).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال