Jika Ekonomi Tak Tumbuh 6 Persen, RI Bisa Disalip Filipina dan Vietnam Jadi Negara Maju

Jika Ekonomi Tak Tumbuh 6 Persen, RI Bisa Disalip Filipina dan Vietnam Jadi Negara Maju
Foto udara cahaya gedung bertingkat saat peringatan Earth Hour di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu, 26 Maret 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

arsipsumut.com

Pemerintah tengah menggeber pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mencapai target Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Target itu terus dikejar demi mengeluarkan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Vivi Yulaswati menjelaskan, untuk mencapai target negara maju, Indonesia menghadapi tantangan berat. Salah satunya pertumbuhan ekonomi yang tak kunjung menyentuh angka 6 persen.

"Tantangannya luar biasa pasca-Covid. Enggak bisa kita tumbuh seperti sebelummya, sektiar 5,7 persen per tahunnya. Dibutuhkan paling tidak 6 persen," kata Vivi dalam acara Indonesia Systainable Energy Week di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2022.

Vivi menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tak kunjung menyentuh rata-rata 6 persen per tahunnya sejak saat ini, Indonesia berpotensi dibalap oleh negara-negara tetangga untuk bisa mencapai posisi sebagai negara maju. Vivi melanjutkan, negara yang berpotensi menyalip Indonesia sebagai negara maju adalah Vietnam serta Filipina.

Vietnam dan Filipina masing-masing diprediksi akan menjadi negara maju pada pada 2037 dan 2043. "Kalau kita tidak beres juga untuk pertumbuhan beberapa negara tetangga, seperti Vietnam dan Filipina bisa mendahului Indonesia masuk sebagai negara maju di 2037 dan 2043," ujar Vivi.

Demi menghadapi persoalan itu, Vivi mengatakan Bappenas menyiapkan berbagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat. Mekanismenya ditempuh dengan substansi yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 - 2029.

"Tahapan pencapain SDGs (Sustainable Development Goals) sudah di depan mata, dan tentunya RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) sampai 2045 yang kita harapkan, (bisa menghadapi) tantangannya yang luar biasa pasca Covid," ujar dia.

Pada kuartal II 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sejumlah indikator membuat pemerintah percaya diri pertumbuhan ekonomi Indonesia akan moncer pada kuartal III 2022.

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di rentang 5,4 persen hingga menembus 6 persen pada periode itu. Kondisi itu, kata Sri, tak terlepas dari tren laju perekonomian yang sudah positif pada kuartal sebelumnya. Kuartal II lalu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen.

"Kalkulatornya Bapak Presiden (Joko Widodo alias Jokowi) tadi, 5,4-6 persen di kuartal III, ini artinya pada saat kita momentum pemulihannya masih kuat ini memberikan daya tahan yang cukup baik," ujar Sri Mulyani dalam UOB Economic Outlook 2023, Kamis, 29 September 2022.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال