Belajar dari Eropa, Asean Harus Diversifikasi Sumber Energi

Belajar dari Eropa, Asean Harus Diversifikasi Sumber Energi
IEA menyarankan Asean tidak hanya bergantung pada satu negara sebagai sumber energinya. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA).

arsipsumut.com

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan negara-negara Asean harus mendiversifikasi sumber energi, di mana impor minyak tidak hanya dilakukan dari satu negara saja.

Hal ini belajar dari krisis energi yang dialami oleh Eropa. Negara-negara di benua tersebut sangat bergantung impor migas dari Rusia yang menyebabkannya menghadapi krisis energi saat ini.

Ketergantungan berlebihan terhadap minyak Rusia membuat pemerintah Eropa kelimpungan, antara harus tetap impor minyak tapi biaya tinggi atau mengurangi dengan konsekuensi kekurangan pasokan.

"Eropa membuat kesalahan, meskipun IEA selama bertahun-tahun menggarisbawahi dan memperingatkan bahwa mereka tidak boleh bergantung pada satu pemasok utama untuk apa pun," ujarnya dikutip dari channelnewsasia.com, Rabu (26/10).

"Sebagian besar gas, dan sebagian besar minyak, berasal dari satu negara, yaitu Rusia," imbuhnya.

Karenanya, Birol mendesak Asean melakukan diversifikasi energi. Apalagi kawasan ini sangat rentan terhadap krisis energi, sehingga ia berharap antisipasi sejak dini bisa dilakukan agar terhindar dari situasi yang dialami Eropa.

Selain itu, Birol juga mendorong Asean untuk mengembangkan energi bersih dan mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil. Sebab, energi fosil rentan terhadap fluktuasi harga dan dapat memberikan dampak buruk pada perekonomian.

Hal ini juga sudah dilakukan oleh sebagai negara Eropa sebagai solusi mengurangi ketergantungan energi fosil.

Menurutnya, untuk bisa mewujudkan pemanfaatan energi bersih secara global, komitmen suatu negara harus tercermin dari kebijakannya. Di mana, AS, Jepang, Eropa, India, dan China sudah melakukan itu.

Negara-negara tersebut memberikan insentif pajak, subsidi, dan berbagai jenis dukungan lainnya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Hal ini dinilai harus diikuti oleh negara Asean.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال