Rusia soal Tak Diundang ke Pemakaman Ratu Elizabeth: Ini Penistaan

Rusia soal Tak Diundang ke Pemakaman Ratu Elizabeth: Ini Penistaan
Inggris dilaporkan tidak mengundang Rusia, Myanmar, dan Belarus, ke upacara pemakaman Ratu Elizabeth II. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)

arsipsumut.com

Rusia mengkritik Inggris yang tidak mengundang perwakilan Kremlin untuk hadir di pemakaman Ratu Elizabeth II yang akan digelar Senin (19/9).

Inggris dikabarkan tidak mengundang perwakilan Rusia ke pemakaman Ratu Elizabeth II karena hubungan kedua negara yang terus renggang sejak invasi Moskow ke Ukraina berlangsung.

Kremlin pun mengecam keputusan Inggris itu yang dinilai mencampuri "tragedi nasional yang menyentuh hati jutaan orang di dunia" dengan urusan politik.

"Kami melihat upaya Inggris menggunakan tragedi nasional, yang telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia, untuk tujuan geopolitik dan menyelesaikan masalah dengan negara kami ini sebagai sangat tidak bermoral," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/9).

"Ini sangat menghina mendiang Ratu Elizabeth II," ucapnya lagi seperti dikutip AFP.

Selain Rusia, sumber Kerajaan Inggris mengatakan kepada Reuters bahwa mereka juga tak akan mengundang perwakilan negara yang saat ini sedang menjadi sorotan internasional, yaitu Myanmar dan Belarus.

Sekitar 500 tamu undangan kehormatan bakal menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth yang akan digelar di London itu.

Daftar undangan itu mencakup Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan istrinya, Jill Biden, juga para perdana menteri dari Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II ini pun disebut-sebut bakal menjadi pertemuan diplomatik terbesar dalam beberapa tahun belakangan.

Sejak invasi di Ukraina, negara-negara Barat memang terus berupaya untuk menekan Rusia dengan berbagai sanksi dan isolasi.

Belarus juga terseret karena selama ini kerap membantu Rusia, bahkan membuka jalur bagi Negeri Beruang Merah ketika pertama kali menginvasi Ukraina.

Sementara itu, Myanmar juga masih menjadi sorotan usai junta militer melakukan kudeta pemerintahan sipil tahun lalu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال