Menteri Nigeria Larang Penjualan Sepeda Motor, Ini Alasannya

Menteri Nigeria Larang Penjualan Sepeda Motor, Ini Alasannya
Foto: Pixabay

arsipsumut.com

Pemerintah Federal Nigeria mempertimbangkan larangan penjualan serta penggunaan Sepeda motor.

Alasannya, Sepeda motor dapat memengaruhi upaya logistik Teroris, serta meminimalisir upaya serangan Teroris.

Dikutip dari Nigeria Times, Menteri Kehakiman Nigeria, Abubakar Malami, mengatakan bahwa kebijakan ini untuk kepentingan negara. "Ini dilakukan untuk kepentingan negara. Sebagai sebuah bangsa, setiap ancaman terhadap keamanan nasional mengharuskan kita mengorbankan sesuatu untuk melindungi warga Nigeria,” katanya.

Rencana itu muncul ketika pihak berwenang Nigeria mencoba untuk mengekang upaya berbagai kelompok Teroris jihad yang bertanggung jawab atas berbagai serangan di seluruh negeri seperti pembunuhan, penculikan, dan kekerasan seksual.

Menurutnya, sebagian besar Teroris di negara tersebut menggunakan Sepeda motor untuk melancarkan serangan dengan cepat dan memudahkan pergerakan di sekitar area tanpa terdeteksi.

Tindakan pemerintah federal itu muncul setelah Gubernur Bello Mattawale dari Negara Bagian Zamfara pekan lalu memberlakukan jam malam bagi pengguna Sepeda motor di Kota Gusau.

Dia kemudian memerintahkan personel keamanannya untuk menembak siapa pun yang tertangkap mengendarai Sepeda motor antara pukul 8 malam hingga 6 pagi.

Dengan populasi lebih dari 200 juta orang, Nigeria adalah negara terpadat keenam di dunia dengan angka penjualan Sepeda motor tahunan lebih dari 500.000.

Meskipun begitu, Malami tidak menganggapnya sebagai pengorbanan yang sulit karena hanya 20 persen orang Nigeria yang menggunakan Sepeda motor sebagai moda transportasi utama mereka, yang berarti hal itu tidak mempengaruhi lebih dari 200 juta orang Nigeria.

“Apapun cara yang sedang dipertimbangkan (kemungkinan pelarangan), ini adalah pengorbanan yang kami lihat sebagai upaya untuk membantu mengatasi tantangan keamanan. Saya pikir pengorbanannya tidak terlalu banyak dan layak untuk dipertimbangkan,” tambah Malami. (Erfyansyah/fajar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال