Manfaat Suka Membaca Buku dari Psikolog UI: Emosi Lebih Tenang

Manfaat Suka Membaca Buku dari Psikolog UI: Emosi Lebih Tenang
Ilustrasi mengisi liburan dengan membaca buku. Dok. Zenius

arsipsumut.com

Psikolog anak dan keluarga dari Universitas (UI) Indonesia Anna Surti Ariani mengungkapkan segudang manfaat psikologis dari orang yang gemar membaca. Salah satu manfaat literasi, kata dia, adalah membuat emosi menjadi lebih tenang.

"Bisa membuat kita tenang. Misalnya, orang dewasa yang membaca novel yang dia sukai, itu akan membuat dia menjadi lebih nyaman. Kemudian pada anak, biasanya cerita anak itu seringkali dibuat alurnya menjadi menegangkan, menyenangkan, dan sebagainya. Emosi pasti akan terbawa," jelas Nina pada Sabtu, 10 September 2022.

Wanita yang juga aktif di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia itu juga mengatakan bahwa banyak membaca juga akan berdampak positif pada kehidupan sosial. Seseorang akan belajar berempati kepada orang lain melalui buku yang dia baca. Dia juga akan belajar memahami sudut pandang orang lain yang berbeda-beda.

"Katakanlah dari satu bacaan, itu kadang-kadang ada beberapa tokoh, ditunjukkan bagaimana pemikiran dia. Dari situ kita bisa melihat bahwa ternyata setiap orang itu punya sudut pandang yang berbeda," kata Nina.

Nina mengatakan dengan begitu orang yang banyak baca bisa memahami orang lain. "Misalnya ketika saya akan memperlakukan orang lain, saya harus mempertimbangkan adanya sudut pandang orang tersebut yang mungkin berbeda dengan sudut pandang saya," sambungnya.

Gemar membaca juga dikatakan Nina akan membuat seseorang menjadi lebih pandai bergaul. Dia akan lebih luwes saat berbicara dengan orang lain karena memiliki pengetahuan yang luas.

Senada dengan Nina, psikolog yang juga merupakan lulusan Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto menambahkan bahwa berdasarkan penelitian, menumbuhkan literasi dengan membaca secara teratur dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres. dan meningkatkan kapasitas mental seiring bertambahnya usia.

"Orang yang lebih jarang membaca sepanjang hidup mereka dan tidak menggunakan otak mereka di usia tua, menurut penelitian mengalami tingkat penurunan mental yang 48 persen lebih cepat daripada mereka yang menjaga otak agar tetap aktif," tutur Kasandra.

Selain itu, lanjut dia, membaca juga memiliki manfaat yang membuat seseorang menjadi lebih fleksibel, meningkatkan rasionalitas dan kreativitas, serta membantu mencegah demensia atau penurunan daya ingat. "Sama seperti jantung, otak perlu dirawat agar dapat berfungsi dengan kapasitas maksimalnya seumur hidup," tutup Kasandra.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال