Debut Milla dan Titik Tolak Kebangkitan Persib

Debut Milla dan Titik Tolak Kebangkitan Persib
Luis Milla bisa lanjutkan rapor apik dalam debut Persib. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

arsipsumut.com

Pergantian pelatih selalu berbuah positif bagi Persib Bandung. Selama era Liga 1, debut pelatih baru selalu positif.

Luis Milla bisa mengulang rapor manis itu saat Persib vs Rans Nusantara FC pada pekan kedelapan Liga 1 2022/2023 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (4/9).

Pada era Liga 1 sejak 2017, perubahan pelatih pertama di Maung Bandung adalah masuknya Emral Abus. Pelatih yang menggantikan Djadjang Nurdjaman ini menang 4-1 dalam laga debutnya saat jumpa Sriwijaya FC.

Berikutnya saat Mario Gomez menjalani debut setelah resmi menggantikan Emral, menang 1-0 atas Sriwijaya FC. Kemenangan ini tercipta dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2018.

Begitu Gomez dipecat dan digantikan Miljan Radovic, hasil negatif tercipta. Namun nama baik Persib masih terjaga karena debut Radovic berakhir imbang 0-0 saat jumpa Persiwa Wamena dalam ajang Piala Indonesia 2018/2019.

Terakhir Robert Rene Alberts pun menandai awal kiprahnya di Pangeran Biru dengan manis. Pelatih asal Belanda tersebut membawa Persib menang 3-2 atas Borneo FC dalam ajang Piala Indonesia 2018/2019.

Bagaimana dengan Milla? Tak ada jaminan bakal menang, tetapi tanda-tandanya semakin terang. Ada beberapa faktor mengapa Ricky Kambuaya dan kawan-kawan bisa membuat Milla tersenyum dalam debutnya melawan Rans Nusantara FC.

Pertama, Rans Nusantara FC sedang dalam masa sulit. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini berada di peringkat ke-16 dengan lima poin hasil sekali menang, dua kali imbang, dan empat kali kalah.

Meski baru menang pada pekan ketujuh, saat melawan tim papan bawah Barito Putera, tak menjamin konsistensi. Permainan Rans masih jauh dari apik jika diperhatikan dari pekan ke pekan.

Mentalitas Persib pun seperti mulai terkatrol. Kehadiran Milla di sesi latihan tim tampak memberi pengaruh. Pemain seperti berlatih dengan gembira. Ada gairah baru menatap kompetisi dengan kepercayaan diri.

Faktor lainnya dan ini yang paling krusial, pemain-pemain kunci Persib sudah kembali. Hal ini membuat sistem pertahanan Persib yang 'butut' dalam awal musim bisa tampil kukuh.

Karena itu, tanpa bermaksud meremehkan, Persib kiranya bisa menumpas Rans dalam laga kandang, Minggu (4/9). Stadion GBLA berpotensi jadi venue ideal dalam debut manis Milla nanti.

Debut Milla dan Titik Tolak Kebangkitan Persib
Persib butuh menang atas Rans Nusantara. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Sebagai pelatih rapor Luis Milla tak terlalu mengesankan. Sebaliknya, kiprah pelatih asal Spanyol ini biasa saja. Namun nama besar dan kapasitas intelektualitas bisa membuat Persib tumbuh lebih baik.

Luis Milla punya rekor apik soal debut. Debut profesional Milla sebagai pelatih, tidak termasuk tim amatir, tercipta saat menangani timnas Spanyol U-17, yaitu menang 6-0 atas Kepulauan Faroe Utara.

Adapun debutnya bersama Spanyol U-20 menciptakan salah satu rekor kemenangan terbesar, 8-0 atas Tahiti. Hal sama tercipta dalam debut di Spanyol U-19 yang berakhir dengan kemenangan 3-0 melawan Inggris.

Gemilang dalam debut di Spanyol U-20 dan U-19, Milla membuat catatan kurang baik di Spanyol U-21 dengan mempersembahkan hasil imbang 1-1 atas Estonia. Hasil kurang baik di Spanyol U-21 itu seperti tanda tuahnya mulai hilang.

Setelah debut bersama Spanyol U-23 di Olimpiade berujung tidak manis, Milla dipecat. Mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tak bisa meracik komposisi skuad yang menjanjikan sehingga ditaklukkan Jepang 0-1.

Kemudian debutnya bersama klub Uni Emirat Arab, Al Jazira berakhir dengan kekalahan 1-3. Saat pindah ke Spanyol dengan menangani CD Lugo, debut Milla berakhir agal lebih baik, imbang 2-2 lawan Real Oviedo.

Lantas debutnya di Real Zaragoza pada 2016 berbuah kemenangan 3-1. Namun demikian kiprah pelatih 56 tahun tersebut tak berumur panjang karena dipecat setelah menjalani 12 pertandingan.

Terakhir debutnya bersama Timnas Indonesia berakhir kekalahan 1-3 dari Myanmar, sedangkan debut bersama Timnas U-23 berbuah kemenangan 4-0 saat berhadapan dengan Taiwan pada 12 Agustus 2018.

Meskipun tidak menjadi ukuran prestasi debut adalah tonggak sejarah. Hasil positif atau sebaliknya bisa menjadi tolok ukur melihat kiprah seorang pelatih bersama satu klub atau tim nasional.

Begitu halnya di Persib, debut melawan Rans Nusantara FC pada Minggu (4/9) bisa menjadi titik tolak. Jika meraih kemenangan, bukan tak mungkin optimisme menyeruak dari suporter dan para pemain Persib.

Dampaknya Milla akan mendapat pendampingan dari suporter dengan positif. Sebaliknya kekalahan dalam debut bukan tidak mungkin membuat mentalitas pemain berantakan dan fan klub mulai kehilangan asa untuk bangkit.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال