Cerita Pegawai SPBU Shell, Makin Ramai Setelah Harga Pertalite Naik

Cerita Pegawai SPBU Shell, Makin Ramai Setelah Harga Pertalite Naik
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Shell pertama di Indonesia, Shell Recharge di SPBU Shell Pluit Selatan 1. Foto : Shell

arsipsumut.com

Kendaraan roda dua datang dan pergi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell, Jalan KH. Hasyim Ashari, Kecamatan Gambir, Senin siang, 5 September 2022. Jumlah kendaraan yang mengisi bensin di SPBU itu lebih banyak dari biasanya. 

Selama 20 menit Tempo berada di SPBU tersebut, antrean di masing-masing dispenser pengisi bahan bakar mencapai empat hingga lima kendaraan. Antrean tak putus sampai Tempo meninggalkan lokasi. 

Seorang Shift Manager Shell di SPBU Hasyim Ashari yang ditemui Tempo mengatakan jumlah kunjungan konsumen ke pompa bensin milik Royal Dutch Shell itu meningkat setelah harga Pertalite yang dijual PT Pertamina (Persero) naik. Sebab pada saat yang sama, harga BBM Shell justru turun mengikuti tren minyak dunia. 

“Pengisi bensin semakin ramai pembeli, meski belum signifikan," ujar Shift Manager Shell laki-laki berusia kurang dari 30 tahun yang enggan disebutkan namanya saat ditemui, Senin. 

Per 1 September 2022, harga BBM Shell mengalami penurunan untuk seluruh jenis produknya. Besaran penurunannya bahkan mencapai lebih dari Rp 2.000 per liter. Harga ini ditetapkan di berbagai wilayah, salah satunya Jakarta.

Menurut Shift Manager Shell tersebut, harga untuk BBM jenis Shell Super dipatok Rp 15.420 per liter. Kemudian, Shell V-Power dilego Rp 16.130 per liter, Shell V-Power Nitro+ dijual Rp 16.510 per liter, dan Shell V-Power Diesel Rp 18.310 per liter. 

Adapun kunjungan konsumen di SPBU biasanya meningkat pada pagi dan sore hari. Waktu itu berbarengan dengan jam berangkat maupun pulang kerja. 

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar pada Sabtu, 3 September 2022 yang dijual oleh Pertamina. Harga Pertalite yang semula Rp 7.650 per liter, kini menjadi Rp 10.000 per liter. Sementara itu, harga Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

BBM non-subsidi jenis Pertamax juga turut naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500. Harga-harga baru tersebut berlaku sejak pukul 14.30 WIB, Sabtu pekan lalu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال