Bola Api Jatuh dari Langit Hebohkan Warga Skotlandia, Milik Elon Musk?

Bola Api Jatuh dari Langit Hebohkan Warga Skotlandia, Milik Elon Musk?
Ilustrasi bola api. Warga Glasgow di Skotlandia dihebohkan dengan penampakan bola api yang jatuh dari langit. Foto: Getty Images via AFP/ETHAN MILLER

arsipsumut.com

Ratusan orang di Skotlandia, Irlandia Utara, dan beberapa wilayah utara Inggris dihebohkan oleh penampakan benda langit berupa bola api yang jatuh. Belum diketahui apakah itu meteor atau pecahan benda luar angkasa.

Mengutip CNN, benda itu tampak di langit dengan durasi yang tidak biasanya yakni 10 hingga 20 detik. Durasi itu cukup lama untuk sebuah meteor, namun diyakini benda tersebut merupakan bebatuan luar angkasa.

"Itu bisa saja keduanya. Pada saat ini, kita hanya bisa menebak. Meskipun demikian, ini adalah peristiwa yang luar biasa," kata Aine O'Brien, mahasiswa program doktor di University of Glasgow dan anggota UK Fireball Alliance, yang biasa melacak penampakan meteor.

Beberapa bola api sejatinya hanya tampak beberapa di detik di luar angkasa. Contohnya adalah sebuah meteorit yang muncul di langit Inggris tengah dengan durasi hanya tujuh detik.

Bola api dengan penampakan 'cukup lama' itu terlihat pada Rabu (14/9) pukul 10 malam waktu setempat. Beberapa orang pun mengabadikan momen bola api itu lewat kamera ponsel dan mengunggahnya ke media sosial.

"Tidak bisa dipercaya, saya melihat ini dan sukses mengabadikannya di Kamera. Pergi menuju Paisley di pukul 10 malam," tulis pengguna Twitter dengan nama Vanessa.

Bola Api Jatuh dari Langit Hebohkan Warga Skotlandia, Milik Elon Musk?

Sementara itu, Richard Kacerek selaku pendiri UK Meteor Observation Network menduga itu adalah serpihan benda luar angkasa. "Dilihat dair beberapa video yang direkam publik, benda itu sepertinya bergerak lebih lambat daripada meteor," katanya.

Dugaan Kacerek senada dengan pernyataan astronom John Maclean dari UK Fireball Alliance. Menurutnya, benda itu adalah serpihan benda luar angkasa.

Malah, McLean menduga benda itu berasal dari satelit Starlink milik Elon Musk. Pasalnya, ribuan satelit Starlink kini mengangkasa mengerubungi Bumi. Satelit tersebut didesain untuk pecah ketika kembali masuk ke atmosfer Bumi.

"Kebanyakan meteor masuk ke atmosfer dengan kecepatan 120 ribu hingga 128 ribu km/jam. Sedangkan, sampah luar angkasa lebih lambat yakni 40 ribu hingga 48 ribu km/jam. Alhasil, sampah luar angkasa bisa terlihat lebih lama di langit," kata McLean seperti dilansir Guardian.

Lebih lanjut, McLean juga merasa bola api itu retak secara konsisten.

"Jika Anda melihat videonya, cara benda tersebut pecah lebih konsisten, mirip sampah luar angkasa. Meteor pecah ketika mereka masuk melintasi atmosfer, tetapi itu terjadi jelang akhir trajektorinya. Bola api ini pecah di ketinggian yang lebih tinggi," katanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال