Apa Jadinya Jika Rusia Gunakan Nuklir dalam Perang di Ukraina?

Apa Jadinya Jika Rusia Gunakan Nuklir dalam Perang di Ukraina?
Presiden Rusia Vladimir Putin. ©Reuters

arsipsumut.com

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia tidak akan segan-segan menggunakan senjata nuklir di Ukraina jika wilayah Rusia terancam. Pernyataannya itu memicu pembahasan di negara Barat soal bagaimana mereka akan meresponsnya.

Dalam pidato di televisi Rabu lalu Putin mengatakan dia tidak sedang menggertak dengan mengatakan Rusia akan memakai senjata nuklir. Di saat yang sama dia juga mengumumkan mobilisasi parsial dengan menyerukan 300.000 tentara untuk berperang di Ukraina.

"Mereka yang ingin memeras kami dengan senjata nuklir seharusnya tahu, angin juga bisa berbalik ke arah mereka. Ini bukan gertakan," tegas Putin, seperti dilansir laman Aljazeera, Sabtu (24/9).

Sejumlah pengamat mengku tidak yakin Putin akan melepaskan senjata nuklir sejak Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada 1945.

Sejumlah pengamat dan pejabat berbincang dengan AFP tentang kemungkinan skenario apa yang akan terjadi jika Rusia melancarkan serangan nuklir.

Akan seperti apa serangan nuklir Rusia?

Pengamat mengatakan Moskow tampaknya akan mengerahkan satu atau lebih bom taktis nuklir di medan pertempuran.

Nukir taktis adalah senjata kecil, dengan kekuatan ledak berkisar dari mulai 0,3 kiloton sampai 100 kiloton. AS pernah menguji coba hulu ledak nuklir sekuat 1,2 megaton dan pada 1961 Rusia juga pernah mencoba bom nuklir sekuat 58 megaton.

Bom taktis dirancang memiliki dampak terbatas di medan pertempuran. Sedangkan senjata nuklir strategis memang dibuat untuk memenangkan pertempuran besar-besaran.

Tapi "kecil" dan "terbatas" itu juga relatif. Bom atom 15 kiloton yang dijatuhkan AS ke Hiroshima pada 1945 memiliki dampak luar biasa.

Apa yang akan menjadi target Rusia?

Sejumlah pengamat mengatakan tujuan Rusia memakai bom nuklir taktis di Ukraina adalah untuk menakuti, membuat Ukraina menyerah agar mau berunding dan memecah belah negara itu.

Mark Cancian, ahli militer dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang berbasis di Washington, mengatakan Rusia kecil kemungkinan akan memakai senjata nuklir di garis depan pertempuran.

Untuk menguasai sekitar 32 kilometer wilayah dibutuhkan beberapa bom nuklir.

"Kalau hanya satu bom nuklir tidak cukup," kata Cancian, seperti dilansir laman Aljazeera, Sabtu (24/9).

Moskow kemungkinan akan menyampaikan pesan keras dan menghindari jumlah korban besar dengan meledakkan bom nuklir di perairan atau meledakkannya di daerah tinggi di atas Ukraina untuk menimbulkan getaran elektromagnetik yang bisa merusak peralatan elektronik.

Atau Putin bisa memilih menyerang pangkalan militer atau menghantam daerah perkotaan dan menimbulkan korban banyak dan kemungkinan menewaskan pemimpin politik.

Skenario semacam itu "tampaknya dibuat untuk memecah aliansi NATO dan serangan global terhadap Putin," kata Jon Wolfsthal, mantan ahli nuklir Gedung Putih dalam tulisannya di Substack Jumat lalu.

"Belum tahu apakan ini akan berhasil atau hanya sebagai bentuk dari keputusasaan," kata dia.

Senjata nuklir Rusia

Rusia diperkirakan memiliki 5.977 hulu ledak nuklir. Sekitar 1.588 di antaranya saat ini dalam bentuk rudal balistik antarbenua dan berada di pangkalan pesawat pengebom.

Bagaimana negara Barat akan merespons?

Barat masih belum jelas bagaimana akan merespons serangan nuklir taktis Rusia dan pilihannya cukup rumit.

AS dan NATO tidak ingin tampak lemah dengan ancaman nuklir. Tapi mereka juga ingin menghindari kemungkinan perang yang lebih luas dan memicu perang nuklir global.

Pengamat menilai Barat tidak punya pilihan selain merespons serangan nuklir Rusia dan balasan itu harusnya berasal dari NATO bukan hanya AS sendiri.

AS sudah menempatkan sekitar 100 senjata nuklir taktis di sejumlah negara NATO dan bisa saja melakukan serangan balasan terhadap Rusia.

Namun menurut Matthew Kroenig dari Atlantic Council, serangan balasan justru bisa membuat Rusia menyerang balik dan menimbulkan risiko pertempuran lebih besar dan bencana kemanusiaan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال