Tahukah Anda, Kenapa Setelah Digigit Nyamuk Kulit Terasa Gatal?

Tahukah Anda, Kenapa Setelah Digigit Nyamuk Kulit Terasa Gatal?
Tahukah Anda, kenapa setelah digigit nyamuk kulit terasa gatal (Foto: Times of India)

arsipsumut.com

Kulit manusia bakal terasa gatal setelah digigit nyamuk, dan hampir tidak ada satu orang pun di dunia yang tidak pernah mendapat serangan serangga satu ini.

Pasca merasakan gatal akibat gigitan nyamuk, biasanya kita refleks menggaruknya. Apa sebenarnya penyebab setelah digigit nyamuk kulit menjadi gatal?

Dirangkum dari berbagai sumber, untuk mengetahui jawabannya simak penjelasan berikut ini.

Fakta unik dari nyamuk yang mungkin belum banyak diketahui, yaitu sebenarnya hanya nyamuk betina saja yang menggigit darah manusia.

Nyamuk tidak membutuhkan darah untuk makan, melainkan darah manusia digunakannya untuk berkembang biak dan memproduksi telur.

Faktanya, nyamuk tidaklah menggigit. Ia menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum untuk menusuk kulit mangsa yang akhirnya digunakan untuk menghisap darah.

Perlu diketahui pula ketika nyamuk betina menusukkan sungut atau proboscisnya ke dalam kulit kita untuk mendapatkan darah, mereka turut menyuntikkan air liur.

Air liur ini mengandung zat antikoagulan digunakan yang digunakan nyamuk betina untuk mengambil darah manusia dengan cepat.

Menurut peneliti dari University of Porto, Heart Research Institute, dan Australian National University, Profesor Richard Payne, seperti kebanyakan organisme pemakan darah, nyamuk mengeluarkan protein dalam air liurnya.

"Protein ini dirancang untuk mencegah darah organisme inang dari pembekuan, lebih baik memungkinkan nyamuk untuk mengakses makanan darahnya," kata Profesor Payne dikutip dari sydney.edu.au.

"Protein yang disekresikan dalam air liur disebut anophelin; itu menargetkan dan mengikat trombin enzim koagulasi darah host pusat, dan karena itu mencegah darah dari pembekuan," jelasnya.

Kemudian saat tubuh kita terkena air liur nyamuk tersebut, maka sistem kekebalan tubuh akan aktif untuk responsnya.

Sistem kekebalan tubuh kita lalu akan menghasilkan berbagai antibodi guna mengikat antigen yang terdapat dalam air liur nyamuk, di mana hal ini kemudian akan memicu pelepasan histamin.

Histamin adalah senyawa nitrogen yang memicu respons inflamasi (peradangan). Histamin membantu sel darah putih dan protein lain untuk melawan “benda asing” yang masuk ke dalam tubuh kita dengan membuat kapiler dari sel-sel menjadi lebih mudah dilewati.

Histamin kemudian akan membuat pembuluh darah yang terkena gigitan nyamuk membengkak. Proses ini akan menghasikan benjolan berwarna merah muda dan menyebabkan rasa gatal.

Nyamuk termasuk spesies agresif yang dapat menggigit pada siang hari dan malam hari. Nyamuk juga diketahui dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti demam berdarah, virus Ross River, chikungunya, malaria dan lainnya.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology (AAAAI), gigitan nyamuk dapat menyebabkan anafilaksis dalam kasus yang jarang terjadi. Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال