Tabiat Anggota Polisi Jenderal Bintang Dua Ferdy Sambo, Ternyata Ini

Tabiat Anggota Polisi Jenderal Bintang Dua Ferdy Sambo, Ternyata Ini
Tabiat Anggota Polisi Jenderal Bintang Dua Ferdy Sambo, Ternyata Ini /Teras Gorontalo.com/Dok. Propam Riau

arsipsumut.com

Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga saat ini hangat diperbincangkan.

Diketahui, kasus kematian Brigadir J jadi sorotan karena selain melibatkan salah satu petinggi Polri yakni Ferdy Sambo, kasus ini juga dianggap janggal sejak awal.

Bahkan orang yang diduga dalang dibalik pembunuhan Brigadir J, yakni Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka bersama beberapa orang lainnya.

Diketahui, Ferdy Sambo merupakan mantan Kadiv Propam Polri yang saat ini telah diamankan ke Mako Brimob guna penyelidikan lebih dalam.

Ibarat sekuat-kuatnya kau menggenggam air, ia tetap akan pergi mengalir, begitulah fakta-fakta baru yang terus saja mengalir terkait Ferdy Sambo, berjalan menuju muara air kebenaran.

Terkini, fakta tabiat Ferdy Sambo terkuak lewat kuasa hukum keluarga Brigadir J, yakni Kamaruddin Simanjuntak.

Tentu saja, fakta tersebut menarik banyak atensi publik, terutama jika itu berkaitan erat dengan kasus tewasnya Brigadir J, yang nyaris selalu ramai dibicarakan sejak Juli 2022.

Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, pada Selasa malam, 23 Agustus 2022, mengungkapkan klaim mengejutkan terkait tabiat dari Ferdy Sambo.

Di salah satu program bincang-bincang TvOne, Catatan Demokrasi, Kamaruddin mengatakan Ferdy Sambo punya sifat sumbu pendek, tukang mabuk, dan enteng meletuskan tembakan pada orang lain.

Hal itu, kata Kamaruddin sudah tertanam dalam diri Ferdy Sambo jauh sebelum penembakan Brigadir J terjadi.

“Ketika sedang memeriksa orang-orang atau polisi yang melanggar dia sampai mabok-mabok, nembak sana nembak sini,” ucapnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube TvOne, Rabu, 24 Agustus 2022.

Tak hanya itu, Kamaruddin mengaku sempat bersinggungan dengan seorang perempuan berpangkat Kompol, yang kala itu menjerit-jerit meminta pertolongan kepadanya, dari kekejaman FS.

“Entah apa kesalahannya, dia lagi diperiksa, (FS) tembak sana tembak sini sambil mabok, kalau dia salah tembak kan bahaya ya,” ucap Kamaruddin.

Untuk menguatkan pernyataannya, dia lantas menceritakan kisah temannya yang berprofesi sebagai Kepala Bank dan sempat berkunjung ke rumah Ferdy Sambo.

“Bahkan pernah teman saya, Kepala Bank, ketika berkunjung ke sana (rumah Sambo) sampai kayaknya pipis di celana itu, sangking takutnya,” ujar dia.

Menurutnya, mustahil Polri tidak mengetahui soal tabiat Sambo yang enteng lesatkan peluru ke arah bawahannya, lantaran letusan sering terdengar jelas hingga keluar wilayah kursi kuasa FS.

“Jadi bohong kalau dikatakan Mabes Polri tidak tahu (tabiat itu), orang suara letusannya ke mana-mana kok,” ucap dia lagi.

Sementara itu, terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, babak baru telah terbuka.

Sebanyak 24 anggota Polri yang terseret dalam kasus Brigadir J dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri, oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Mutasi 24 anggota ini tercantum dalam surat telegram Nomor: ST/1751/VIII/KEP/2022 tertanggal 22 Agustus 2022, yang ditandatangani oleh As SDM Polri Atas Nama Kapolri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال