Kasusnya Bikin Karir Ferdy Sambo Melejit, Kasus Kopi Sianida Masih Penuh Tanya karena Celana Jessica yang Hilang dan Misteri Bau Ikan Teri

Kasusnya Bikin Karir Ferdy Sambo Melejit, Kasus Kopi Sianida Masih Penuh Tanya karena Celana Jessica yang Hilang dan Misteri Bau Ikan Teri
Ferdy Sambo tangani kopi sianida

arsipsumut.com

Kasus Irjen Sambo sampai saat ini masih menjadi sorotan.

Usai dipecat dari kepolisian dalam sidang etik, Ferdy Sambo juga menunggu vonis hukuman berat atas kasusnya. 

Sebab, ia menjadi dalang terhadap kasus pembunuhan Brigadir J.

Nah, gara-gara hal itum keterlibatan Ferdy Sambo dalam berbagai kasus pun ikut diungkap. 

Salah satunya adalah kasus kopi sianida yang sempat viral beberapa tahun silam.

Penyidik saat itu adalah Ferdy Sambo yang masih menjabat sebagai Wakil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Ia membantu atasannya, Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Brigjen Krishna Murti berhasil mengungkap kasus panas ini.

Gara-gara prestasinya dalam mengungkap kasus ini, karir Sambo pun melesat.

Pangkatnya bahkan naik dua tingkat yaitu Irjen, melebihi atasannya dulu, Krishna Murti. 

Nah, ada banyak misteri yang menjadi sorotan dalam kasus itu.

Salah satunya adalah robeknya celana Jessica sekaligus misteri bau ikan teri yang muncul. 

Masalah celana itu diungkap oleh salah satu hakim saat menyidang Jessica. 

Hakim bernama Binsar Gultom mencecar Jessica Kumala Wongso soal celana yang ia gunakan saat bertemu Wayan Mirna Salihin di Cafe Olivier, Grand Indonesia 6 Januari 2016 silam.

Kala itu, hakim Binsar meminta rekaman CCTV diputar kembali, untuk memperlihatkan gambar celana sobek.

"Pertanyaan kami saudara ga tau kapan sobeknya. Tapi perlu dicatat pertimbangan kami.

Seorang gadis seperti Jessica kalau mau bepergian, pastilah akan mengecek, ada nggak sobek, kalau dilihat orang malu dong.

Ini beneran sobek alami, atau sengaja disobek, seperti dikatakan pembantu disobek 15 cm, jujur," kata Binsar kepada Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

"Jujur yang mulia, kata-kata silet itu saya tidak mengerti. Waktu saya pergi ke restoran, celana saya nggak sobek, kalau sobek saya enggak pakai," jawab Jessica.

Hakim Binsar lalu bertanya apa alasan Jessica meminta pembantunya membuang celana tersebut. Bahkan setelah dibuang celana itu menghilang.

"Di Australi saya biasa kasih baju, tapi yang layak pakai. Kalau sobek saya buang. Layak pakai bosen saya sumbangkan," kata Jessica.

"Ya itu di Australia, anehnya. Di tong sampah dibaca BAP, nggak ada. Berarti itu sangat penting sepertinya, ada yang melenyapkan?" kata Hakim Binsar.

"Pembantu saya bilang, 'non calananya robek', 'oh yaudah buang aja'. Saya nggak kepikir ada kasus ini, lalu celana saya dicari," kata Jessica.

"Lalu dikatakan pembantu itu (celana) basah kuyup (lalu) dimasukan ke plastik. Saat dia mau buang itu katanya bau, bau ikan teri?" tanya Hakim Binsar.

"Saya enggak tahu," jawab Jessica.

"Ada sebelum dari sana saudara masukkan sesuatu, di kantongnya itu. Bau pakaian seorang gadis, saya kira kalau hanya satu atau dua hari nggak seperti itu baunya," kata Hakim Binsar.

"Karena saya tidak tahu dan itu kantongnya ketat sekali. Saya nggak bisa taro apa-apa," kata Jessica.

"Itu menurut pembantu saudara, tapi sayang, tidak bisa dihadirkan oleh JPU," kata Hakim Binsar.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال