Buntut Pelosi ke Taiwan, China Jatuhkan Sanksi Larang Ekspor Buah Hingga Pasir

Buntut Pelosi ke Taiwan, China Jatuhkan Sanksi Larang Ekspor Buah Hingga Pasir
Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, kiri, mengantarkan Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi saat bersiap untuk meninggalkan Taiwan, di Bandara Taipei, Taiwan, Rabu, 3 Agustus 2022. Pelosi meninggalkan Taiwan setelah melakukan kunjungan yang membuat China marah. (Sumber: Kementerian Luar Negeri Taiwan via AP)

arsipsumut.com

China menjatuhkan sederet sanksi ekonomi kepada Taiwan, buntut kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke wilayah itu. Sanksi ini sebagai bentuk protes keras China, yang menganggap AS telah melanggar kedaulatan Negeri Tirai Bambu itu.

Sejak kabar Pelosi akan mengunjungi Taiwan beredar, China telah menghentikan 35 izin impor dari 35 eksportir biskuit dan kue kering di Taiwan. Lalu sejak Rabu kemarin, Otoritas perdagangan China mengumumkan pembatasan perdagangan dengan Taiwan.

China langsung menghentikan pengiriman pasir ke Taiwan. Hal itu pernah dilakukan pada 2007, di mana impor pasir dari China dihentikan selama setahun karena masalah lingkungan.

Kemudian, China juga melarang masuk impor buah jeruk, mackerel dari Taiwan. Pihak China menyebut produk-produk tersebut mengandung residu pestisida yang tinggi.

Pada awal 2022, China juga sudah menangguhkan impor ikan kerapu dari Taiwan karena terdapat kandungan bahan kimia terlarang. Tahun lalu China juga menghentikan impor nanas dan apel.

Hubungan dagang China-Taiwan selama ini cukup besar. Untuk produk pertanian saja, selama Januari-Juni 2022 Taiwan mengimpor produk pertanian China sebesar 59 juta dollar AS.

Sedangkan secara total, nilai impor dari Taiwan ke China tercatat 122,5 miliar atau naik 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, menurut Kepala ekonom Asia Pasifik di Natixis di Hong Kong, Alicia García-Herrero, pembatasan perdagangan komoditas pertanian tidak akan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi Taiwan.

Sedangkan untuk larangan ekspor pasir, bisa berdampak cukup besar. Pasalnya, Taiwan sedang membangun konstruksi besar-besaran pasca-pandemi.

“Ada kekurangan pasir dan kerikil selama beberapa waktu di Taiwan. Saya tidak akan mengatakan itu adalah ekspor utama dari Cina tetapi itu merugikan Taiwan,” kata García-Herrero, dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (4/8/2022).

Hal senada diungkapkan Pengamat perdagangan Tiongkok di Universitas Manajemen Singapura, Henry Gao. Ia menyebut pasir merupakan sumber daya penting bagi Taiwan karena digunakan untuk sektor teknologi dan militer serta konstruksi.

Tapi tetap saja, penghentian ekspor pasir tidak akan membuat ekonomi Taiwan terpuruk.

“Saya pikir kemungkinan besar Cina akan mengumumkan sanksi ekonomi lainnya, tetapi tidak mungkin efektif kecuali Cina melarang impor terbesarnya dari Taiwan, semikonduktor. Namun, itu akan merugikan Cina sendiri juga, karena begitu banyak perusahaan Cina bergantung pada semikonduktor,” tutur Gao. 

Sebagai informasi, Taiwan adalah produsen terbesar semikonduktor, yang digunakan untuk berbagai industri. Perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) adalah produsen cip semikonduktor yang menguasai 54 persen pangsa pasar semikonduktor dunia pada 2020.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال