Airlangga Sebut Tingginya Biaya Penerbangan Tekan Potensi Pemulihan Pariwisata

Airlangga Sebut Tingginya Biaya Penerbangan Tekan Potensi Pemulihan Pariwisata
Menko Perekonomian Airlangga dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Bali, Senin, 11 Juli 2022. Foto: Istimewa

arsipsumut.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perbaikan mobilitas di Indonesia membawa efek positif terhadap perekonomian. Salah satunya terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada kuartal II/2022.

Kinerja pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara yang mencapai 3,94 persen per kuartal II/2022, menurut Airlangga, sangat menunjukkan efek positif dari perbaikan mobilitas warga. Alasannya sangat jelas, karena perekonomian kawasan itu sangat mengandalkan pariwisata, yang bergantung kepada mobilitas masyarakat.

"Kita tahu pariwisata belum kembali [seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19]. Namun, ini baru awal dari perbaikan akibat mobilitas yang membaik," kata Airlangga dalam konferensi pers, Jumat 6 Agustus 2022.

Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menurutnya optimal, sehingga kondisi penyebaran virus cukup baik dari negara-negara lain, seperti Jepang yang catatan kasusnya masih di atas 200.000 dan Australia di atas 40.000. Hal tersebut mendorong wisatawan mancanegara untuk turut mengunjungi Indonesia, terutama Bali dan Nusa Tenggara.

Meskipun begitu, di tengah besarnya potensi, sektor pariwisata menghadapi tekanan besar dari tingginya biaya penerbangan. Lonjakan harga energi akibat konflik Rusia dan Ukraina mengerek harga avtur, sehingga harga tiket pesawat pun melambung tinggi.

"Terkait dengan tiket pesawat banyak yang mengambil batas atas, sehingga keterbatasan dari pesawat membuat biaya transportasi atau biaya tiket sekarang dari mana pun relatif lebih mahal dari dua atau tiga tahun lalu," kata Airlangga.

Dia pun menyebut bahwa sektor transportasi mencatatkan kenaikan inflasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penguatan protokol kesehatan menjadi langkah utama untuk menjaga denyut pariwisata di tengah besarnya tekanan eksternal yang berada di luar kendali Indonesia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال