6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Menlu Retno Marsudi dan beberapa pejabat Kepolisian Indonesia telah lakukan pertemuan dengan para WNI korban penipuan dan perdagangan manusia di Kamboja (Kemlu RI).

arsipsumut.com

Sejumlah Warga Negara Indonesia atau WNI menjadi korban penipuan dan disekap di Kamboja. Mereka dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Sihanoukville, Kamboja. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Polri pun langsung turun tangan.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Polri berkoordinasi dengan Atase Pertahanan KBRI Kamboja. Menurut informasi pada 26 Juli 2022 jumlah WNI disekap bertambah menjadi 60 orang.

"Data terakhir menunjukkan bahwa warga negara Indonesia yang disekap bukan sejumlah 53 Orang namun bertambah menjadi 60 orang," ujar Ramadhan kepada wartawan, Jumat 29 Juli 2022.

Kemudian, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengumumkan bahwa 55 WNI yang disekap di Kamboja tersebut sudah selamat dari penyekapan. Mereka ada WNI yang terjebak lowongan kerja bodong di Sihanoukville, Kamboja.

Totalnya ada 60 WNI yang jadi korban. Sebanyak 55 orang berhasil selamat dan lima lainnya masih dalam proses pemindahan.

"Berbagai upaya untuk melakukan evakuasi dan mengamankan para WNI terus dilakukan. Upaya juga dilakukan langsung pada tingkat tinggi. Kemarin, Jumat 29 Juli 2022, saya melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Kamboja untuk meminta bantuan agar para WNI tersebut dapat segera dikeluarkan dengan selamat dari tempat penyekapan secepat mungkin," ujar Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Sabtu malam 30 Juli 2022.

Namun rupanya, jumlah WNI yang menjadi korban scam pekerjaan di Kamboja masih bertambah. Berdasarkan update terkini, jumlah yang terjebak ada 129 orang.

Direktur Perlindungan WNI di Kemlu RI, Judha Nugraha, menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi kasus-kasus serupa. Kerja sama telah dijalin dengan Bareskrim Polri dan kepolisian Kamboja.

"Kita mencatat bahwa angkanya terus bertambah dari hari ke hari," ujar Judha dalam press briefing virtual, Jumat 5 Agutsus 2022.

Berikut sederet fakta terkait WNI jadi korban penipuan dan disekap di Kamboja dihimpun Liputan6.com:

1. 60 WNI Disekap di Kamboja, Menlu Retno dan Polri Turun Tangan

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Menlu RI Retno Marsudi mengumumkan 55 WNI yang disekap di Kamboja selamat.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ikut turun tangan untuk menolong 60 WNI yang dilaporkan disekap di Kamboja. Mereka adalah korban lowongan kerja bodong.

Kemlu RI sedang mengebut agar para WNI bisa segera ditolong, namun masih menantikan kecepatan dari pihak Kamboja untuk menyelesaikan kasus ini.

"Menlu Kamboja sudah merespons komunikasi Ibu Menlu (Retno Marsudi) dan akan segera dikirimkan tim oleh kepala kepolisian Kamboja untuk bisa menyelesaikan kasus ini," ujar Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha di Jakarta, Jumat 29 Juli 2022.

Para WNI tersebut bekerja di perusahaan penipuan online, seperti menjual investasi bodong. Di Laos, ada kasus WNI yang diancam dijadikan pekerja seks komersial jika tak memenuhi target.

Kemlu RI menyebut hal itu baru sebatas ancaman dan belum kejadian. Judha berkata perusahaan-perusahaan tersebut ada banyak rupanya. WNI pun belum tentu mendapat gaji.

"Dia punya cara masing-masing. Ada yang seperti dia disekap. Ada yang memang simply penipuan kerja saja, jadi mereka tidak dikasih tahu bahwa nanti ujung-ujungnya adalah bekerja di perusahaan online scam, dan ada juga yang gajinya tidak dibayar," ungkap Judha.

Lebih lanjut, Judha berjanji bahwa Kemlu RI selalu langsung bergerak begitu sudah mendengar laporan pertama, serta akan selalu menjaga komunikasi dengan para WNI.

Sementara itu, Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Polri berkoordinasi dengan Atase Pertahanan KBRI Kamboja. Menurut informasi pada 26 Juli 2022 jumlah WNI yang disekap bertambah menjadi 60 orang.

"Data terakhir menunjukkan bahwa warga negara Indonesia yang disekap bukan sejumlah 53 Orang namun bertambah menjadi 60 orang," ujar Ramadhan kepada wartawan.

Ramadhan mengungkapkan, dari informasi yang ia dapatkan, pihak Kepolisian Kamboja telah berkomunikasi dengan beberapa perwakilan WNI yang sedang disekap.

Ramadhan mengungkapkan, lokasi penyekapan terhadap 60 WNI saat ini berada di lokasi Phum 1, Preah Sihanouk, Cambodia titik koordinat 10°37'33.0"N 103°30'08.7"E

"Sampai saat ini masih diupayakan terus oleh pihak KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja untuk menjemput ke 60 Warga Negara Indonesia tersebut," ungkapnya.

Ramadhan mengungkapkan, Polri bergerak cepat untuk menyelamatkan 60 WNI yang disekap tersebut. Sehingga Korps Bhayangkara melakukan koordinasi dengan Atase Pertahanan KBRI Kamboja Kolonel Rizal.

"Atase Polri telah melaksanakan koordinasi langsung dengan Atase Pertahanan KBRI Kamboja Kolonel Rizal terkait penanganan terhadap 53 warga negara Indonesia yang diduga disekap di wilayah Kamboja," tegas dia.

2. Berhasil Selamatkan 55 WNI dan Lima dalam Pemindahan

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Menlu Retno Marsudi dalam press briefing bersama dengan awak media pada Kamis (17/9/2020). (Dok: Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengumumkan bahwa 55 WNI yang disekap di Kamboja sudah selamat dari penyekapan. Mereka ada WNI yang terjebak lowongan kerja bodong di Sihanoukville, Kamboja.

Totalnya ada 60 WNI yang jadi korban. Sebanyak 55 orang berhasil selamat dan lima lainnya masih dalam proses pemindahan.

Kabar penyelamatan ini muncul setelah Menlu Retno Marsudi berbicara kepada Menteri Luar Negeri Kamboja.

"Berbagai upaya untuk melakukan evakuasi dan mengamankan para WNI terus dilakukan. Upaya juga dilakukan langsung pada tingkat tinggi. Kemarin, Jumat 29 Juli 2022, saya melakukan komunikasi dengan menteri luar negeri Kamboja untuk meminta bantuan agar para WNI tersebut dapat segera dikeluarkan dengan selamat dari tempat penyekapan secepat mungkin," ujar Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Sabtu malam 30 Juli 2022.

Menlu Kamboja Prak Sokhonn disebut langsung memberikan respon, serta menyampaikan akan berkoordinasi dengan kepolisian Kamboja mengenai masalah ini. Tim khusus pun dikerahkan dan berhasil membawa 55 WNI ke tempat yang aman.

"Lima WNI lainnya masih dalam proses. 55 WNI tersebut dalam kondisi sehat," ujar Menlu Retno.

Menlu Retno juga akan bertemu dengan commissioner general di Kamboja untuk membahas itu ini pada 2 Agustus 2022. Isu WNI ini juga akan dibawa oleh Menlu Retno di pertemuan menteri luar negeri ASEAN di Kamboja.

Hal senada juga disampaikan Karopenmas Div Humas Polri Brigien Ahmad Ramadhan. Dia mengatakan, sebanyak 55 WNI yang sempat disekap di Kamboja saat ini telah dibebaskan.

Menurut Ramadhan, pembebasan tersebut dilakukan oleh pihak Kepolisian Kamboja. Adapun sebelumnya sebanyak 60 WNI dinyatakan telah disekap di Kamboja.

"Perkembangan penyekapan WNI di Kamboja. Saat ini sebanyak 55 WNI, telah dibebaskan oleh Kepolisian Kamboja," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigien Ahmad Ramadhan.

Ramdhan mengungkapkan, kini, puluhan WNI yang sudah dibebaskan itu sedang dalam pemeriksaan Kepolisian Sihanoukvile, Kamboja. Dari 55 WNI itu, diantaranya 47 laki-laki dan delapan orang wanita.

"Masih dalam pemeriksaan Kepolisian Sihanoukvile Kamboja. Kemungkinan besok akan digeser ke Phnom Penh," jelas Ramadhan.

3. Menlu Retno Temui Polisi Kamboja, Sepakat Lakukan Kerja Sama

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Menlu Retno Marsudi dalam Press Briefing online. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan kepala polisi Kamboja terkait penyiksaan WNI dan lowongan kerja bodong.

"Kerja sama pencegahan perdagangan manusia harus diperkuat antara Indonesia dan Kamboja", demikian antara lain disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi pada saat bertemu dengan Kepala Polisi Kamboja, Jenderal Neth Savouen, di Markas Besar Kepolisian Kamboja, Phnom Penh, 2 Agustus 2022.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI, didampingi oleh beberapa pejabat Kepolisian Republik Indonesia, yaitu Komisaris Jenderal Pol. Arief Sulistyanto (Kabarahankam), Irjen Pol. Merdisam, Waka Badan Intelijen Kepolisian dan Brigjen Pol. Amur Chandra (Sekretaris NCB Interpol).

Pertemuan tersebut dilakukan setelah 62 WNI korban penipuan dan perdagangan manusia berhasil dikeluarkan dengan selamat dari Perusahaan online scam di Sihanoukville beberapa hari lalu.

Kasus-kasus seperti ini telah berulang terjadi sejak tahun 2021, seperti disebutkan dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Kemlu RI, Selasa 2 Agustus 2022.

Menlu RI sampaikan 4 hal yang memerlukan kerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja, yaitu:

1. Menangani 62 WNI yang sudah keluar

2. Menangani yang masih tersisa

3. Kerja sama penegakan hukum

4. Kerja sama dalam mengambil langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang lagi

Menanggapi permintaan Menlu RI tersebut, Kepala Kepolisian Kamboja, sampaikan komitmen penuh untuk memberikan kerja samanya.

Disepakati bahwa setelah pertemuan ini, tim teknis kepolisian antara kedua negara langsung akan melakukan pertemuan teknis, yang antara lain membahas kerja sama (i) investigasi bersama; (ii) mutual legal assistance; (iii) penunjukkan contact persons guna mempercepat penanganan jika kasus serupa muncul kembali; dan (iv) membuat MoU kerja sama antara Polisi untuk penanganan TPPO.

4. Menlu Retno dan Polri Temui Korban Penyekapan di Kamboja

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Kunjungan Menlu Retno Marsudi ke Tokyo, Jepang mendampingi Presiden Jokowi. (Dok: Kemlu RI)

Setelah bertemu dengan Kepala Kepolisian Kamboja, Jenderal Neth Savouen, Menlu RI Retno Marsudi dan beberapa pejabat Kepolisian Indonesia mengadakan pertemuan dengan para WNI korban penipuan dan perdagangan manusia, yang bekerja per​usahaan online scam di Sinhanoukville, Kamboja.

62 WNI tersebut telah dibawa oleh KBRI dan berada di Phnom Penh sejak 1 Agustus 2022 dini hari. KBRI Ph​​nom Penh dibantu Kepolisian RI, saat ini tengah pendataan dan verifikasi terhadap para WNI tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI menekankan bahwa keselamatan para WNI selalu menjadi priroitas Pemerintah. Menlu juga menyampaikan bahwa kepolisian kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama guna mencegah kejadian-kejadian serupa terulang kembali.

Menlu juga berpesan kiranya para WNI ikut membantu pemerintah untuk mengkampanyekan pencegahan perdagangan manusia dengan secara hati-hati mencermati tawaran pekerjaan yang diberikan, meski iming-iming yang menggiurkan.

Para WNI menyampaikan terima kasih atas langkah penyelamatan yang telah dilakukan dan akan memberikan informasi selengkapnya kepada penyidik Polri, untuk proses penegakan hukum terhadap pelaku perekrut di Indonesia.

Setelah proses pendataan dan wawancara selesai dilakukan, KBRI Pnomh Penh Kamboja akan membantu administrasi keimigrasian dan menfasilitasi kepulangan ke Indonesia. ​

5. WNI Terjebak Loker Bodong di Kamboja Bertambah Jadi 129 Orang

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Menlu Retno Marsudi dalam pidato pembukaan Foreign Ministers Meeting atau FMM G20 di Nusa Dua, Bali. (YouTube Mofa)

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan bahwa jumlah WNI yang menjadi korban scam pekerjaan di Kamboja masih bertambah. Berdasarkan update terkini, jumlah yang terjebak ada 129 orang.

Direktur Perlindungan WNI di Kemlu RI, Judha Nugraha, menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi kasus-kasus serupa. Kerja sama telah dijalin dengan Bareskrim Polri dan kepolisian Kamboja.

"Kita mencatat bahwa angkanya terus bertambah dari hari ke hari," ujar Judha dalam press briefing virtual, Jumat 5 Agustus 2022.

"Kasus yang kita tangani di awal pada Minggu lalu ada 53. Kemudian naik jadi 60, 68, 70, dan terakhir sekarang menjadi 129. Jadi ada 129 WNI yang telah kita selamatkan dan saat ini dalam penjagaan dari KBRI," ucap Judha.

Mayoritas WNI yang terjebak scam itu berada di Kota Sihanoukville. Kota itu berada di pesisir barat daya Kamboja, dan jaraknya cukup jauh dari Phnom Penh dan Ho Chi Minh City.

"Jadi ke-129 WNI tersebut bekerja di berbagai macam perusahaan online scam yang berada di berbagai macam daerah. Namun mayoritas berada di Sihanoukville," jelas Judha.

Menlu RI Retno Marsudi telah turun tangan untuk mendorong percepatan perundingan dengan Kamboja terkait penyelesaian masalah ini. Pihak Kemlu RI menyorot percepatan proses sehingga WNI bisa cepat-cepat pulang.

Hingga kini, Kemlu RI masih terus berusaha melakukan pemulangan kepada WNI yang terjebak scam di Kamboja, namun kesulitan masalah ketersediaan penerbangan. Para perempuan menjadi prioritas evakuasi.

6. Tahap Pertama, 12 WNI Korban Sekap Dipulangkan ke Indonesia

6 Fakta Terkait WNI Jadi Korban Penipuan dan Disekap di Kamboja
Pemulangan 15 orang WNI Korban TPPO dari Wilayah Segitiga Emas di Bokeo, Laos. Dok: Kemlu RI

Pemulangan tahap pertama warga negara Indonesia (WNI) yang disekap di Kamboja sudah dilakukan. Sebanyak 12 WNI tersebut sudah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan selamat pada Jumat malam, 6 Agustus 2022.

"Alhamdulillah, 12 WNI korban penipuan perusahaan oline scam di Kamboja telah tiba dengan selamat di Tanah Air. Tadi telah diatur penerimaannya dengan teman-teman kementerian lembaga terkait, dari BP2MI, dari kepolisian Soetta, Kemensos, dan juga dari Bareskrim Polri," ungkap Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha.

Menurutnya, pemulangan tersebut adalah tahap pertama. Sisanya, akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Dapat kami sampaikan, ini adalah tahap pertama pemulangan para korban penipuan online scam tersebut dan Insya Allah tahap selanjutnya akan segera kita lakukan, menyesuaikan dengan ketersediaan dari penerbangan," tutur Judha.

Untuk selanjutnya, ke-12 WNI tersebut akan langsung ditempatkan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) milik Kemensos, sebagai langkah rehabilitasi dari rasa trauma pasca-perlakuan penyekapan oleh oknum di Kamboja.

"Secara umum kondisi fisik mereka baik, kondisi psikologis mereka pada saat mereka kita tampung sementara di KBRI Pnom Penh, mereka telah menjalani konseling yang tentunya nanti akan dilanjutkan di RPTC," jelas dia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال