34 Pekerja WNI Kembali Diselamatkan dari Penyekapan di Kamboja

34 Pekerja WNI Kembali Diselamatkan dari Penyekapan di Kamboja
Pekerja WNI di Kamboja yang disekap dalam perjalanan dari Sihanoukville ke ibu kota Phnom Penh.
Foto: Dok. Istimewa

arsipsumut.com

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, kembali mengevakuasi 34 pekerja warga negara Indonesia (WNI) yang disekap saat bekerja di sebuah perusahaan investasi bodong di Kota Sihanoukville.

"Sore ini baru di bebaskan lagi 34 orang dari penyekapan," ujar salah satu pekerja, Hijau (bukan nama sebenarnya) kepada kumparan, Kamis (4/8) petang.

Para pekerja yang dievakuasi hari ini sedang dalam perjalanan menuju ibu kota Phnom Penh dari Sihanoukville yang berjarak sekitar 5 jam perjalanan.

"34 (orang) lagi di jalan menuju Phnom Penh," kata Hijau.

Sebelumnya, sebanyak 62 pekerja lainnya telah dievakuasi dari tempat mereka bekerja ke Phnom Penh. Mereka kemudian bertemu Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam kunjungannya ke KBRI.

34 Pekerja WNI Kembali Diselamatkan dari Penyekapan di Kamboja
55 WNI yang disekap di Sihanoukville, Kamboja, berhasil diselamatkan (30/7).  
Foto:  KBRI Phnom Penh

Para pekerja ini sebelumnya dikirim ke Kamboja dengan janji gaji hingga USD 1.000 per bulan. Mereka kemudian dipekerjakan di sebuah perusahaan yang menawarkan investasi abal-abal.

Selama bekerja, mereka menawarkan investasi ke orang Indonesia, yang kemudian uang investasi itu tidak pernah kembali ke pemiliknya.

"Semakin ke sini kan bos semakin marah sama kami. Akhirnya sudah ada tekanan, ada ancaman 'kalian kalau macam-macam kalian akan kami setrum, saya memiliki hak untuk menyetrum kalian atau menyiksa kalian di tempat ini'," ujar Hijau, Sabtu (30/7).

Para pekerja WNI juga harus bekerja tanpa libur, 7 hari per minggu. Gaji yang diterima pun hanya sekitar USD 200, jauh dari janji yang ditawarkan.

34 Pekerja WNI Kembali Diselamatkan dari Penyekapan di Kamboja
Pekerja WNI di Kamboja yang disekap dalam perjalanan dari Sihanoukville ke ibu kota Phnom Penh.
Foto: Dok. Istimewa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال