Rusia Tak Akan Tinggalkan ISS Sebelum Punya Stasiun Antariksa Sendiri

Rusia Tak Akan Tinggalkan ISS Sebelum Punya Stasiun Antariksa Sendiri
International Space Station (ISS) jadi lokasi kerja sama banyak negara di antariksa. (Foto: nasa.gov)

arsipsumut.com

Roscosmos, lembaga antariksa Rusia, disebut masih ingin bekerjasama dengan badan antariksa AS NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setidaknya sampai 2028.

Sebelumnya, Yuri Borisov, direktur Roscosmos yang baru, Selasa (26/7), mengumumkan bahwa Moskow bermaksud untuk mengakhiri kemitraan di ISS yang telah berlangsung lama "setelah 2024."

Belakangan, Kathy Lueders, kepala operasi luar angkasa NASA, mengatakan bahwa para pejabat Rusia pada Selasa (26/7) mengatakan kepada pihaknya bahwa Roscosmos ingin tetap bermitra di saat Rusia masih berupaya membangun stasiunnya sendiri, Russian Orbital Service Station (ROSS).

"Kami tidak mendapatkan indikasi pada tingkat kerja apa pun bahwa ada yang berubah," kata Lueders kepada Reuters, sambil menambahkan bahwa hubungan NASA dengan Roscosmos tetap "berjalan seperti biasa."

Dikutip dari Space, Rusia bermaksud untuk tetap menjadi mitra ISS setidaknya sampai stasiun luar angkasanya sendiri beroperasi, yang diperkirakan paling cepat pada 2028.

ISS merupakan laboratorium sains luar angkasa seluas lapangan sepak bola dan mengorbit sekitar 250 mil (400 km) di atas Bumi. Stasiun ini sudah ditempati selama lebih dari dua dekade di bawah kemitraan yang dipimpin AS-Rusia, dan juga melibatkan Kanada, Jepang, serta 11 negara Eropa.

Nasib kerjasama kedua negara dipertanyakan sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari.

Leuders melanjutkan kesepakatan resmi untuk memperpanjang partisipasi Rusia di luar 2024 belum dibuat. NASA, Rusia, dan mitra ISS lainnya berencana untuk membahas prospek untuk memperluas kehadiran satu sama lain di laboratorium hingga 2030.

Hal itu dilakukan dalam pertemuan berkala dewan pengawas ISS pada Jumat (29/7).

Dikutip dari situs resminya, Roscosmos menerbitkan sebuah wawancara dengan Vladimir Solovyov, direktur penerbangan untuk segmen stasiun ruang angkasa Rusia. Isinya, Rusia harus tetap berada di stasiun sampai ROSS beroperasi.

"Kami, tentu saja, perlu terus mengoperasikan ISS sampai kami membuat backlog yang kurang lebih nyata untuk ROSS," kata Solovyov. "Kita harus memperhitungkan bahwa jika kita menghentikan penerbangan berawak selama beberapa tahun, maka akan sangat sulit untuk mengembalikan apa yang telah dicapai."

Segmen stasiun luar angkasa Amerika dan Rusia sengaja dibangun untuk saling terkait dan saling bergantung secara teknis.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال