Nasib Manchester United dan Ego Ronaldo

Nasib Manchester United dan Ego Ronaldo
Bintang Manchester United asal Portugal, Cristiano Ronaldo, disebut-sebut berharap bisa meninggalkan Man United pada jendela transfer musim panas kali ini. | REUTERS/Phil Noble

arsipsumut.com 

Kabar miring menerpa Manchester United di tengah-tengah persiapan dalam menyongsong gelaran musim baru. Bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, disebut-sebut berharap bisa meninggalkan Manchester United pada jendela transfer musim panas kali ini.

Rumor itu sebenarnya sempat muncul pada akhir musim menyusul kegagalan Man United finis di empat besar Liga Primer Inggris dan merumput di Liga Champions musim depan. Namun, kabar kepergian pemilik lima gelar pemain terbaik dunia (Ballon d'Or) itu sempat mereda seiring dengan berbagai kabar soal berbagai rencana dan aktivitas Man United di bursa transfer pemain.

Kendati begitu, kabar tersebut ternyata tidak sepenuhnya hilang. Pada sepanjang akhir pekan lalu, rumor keinginan Ronaldo meninggalkan Stadion Old Trafford kian berembus kencang. Sejumlah media dan jurnalis yang dianggap kredibel dalam mewartakan rumor transfer pemain ikut menurunkan laporan soal rumor itu.

Nasib Manchester United dan Ego Ronaldo

''Cristiano Ronaldo meminta Manchester United untuk melepasnya pada musim panas kali ini karena dia masih memiliki ambisi besar. Man United berharap untuk tetap mempertahankan Ronaldo, tapi mulai waspada dengan permintaan ini,'' tulis jurnalis sepak bola asal Italia, Fabrizio Romano, di akun media sosialnya, akhir pekan lalu.

Cicitan jurnalis yang kerap menjadi tolok ukur dalam kabar kepindahan pesepak bola profesional di Eropa itu seirama dengan berbagai laporan dari sejumlah media-media mainstream, terutama di Inggris, seperti the Guardian, Sky Sports, dan BBC. Tidak perlu waktu lama, rumor kepergian pemain berusia 37 tahun itu langsung menyebar secara luas.

Kabar itu kemudian diikuti dengan respons dari Man United. Manajemen Iblis Merah dikabarkan enggan melepas pemain yang baru didatangkan dari Juventus pada awal musim ini tersebut. Bahkan, Man United berharap Ronaldo, yang masih menyisakan sisa kontrak selama setahun dengan opsi perpanjangan satu tahun itu, bisa ikut serta dalam tur pramusim Man United yang bakal dimulai di Thailand pada akhir pekan ini.

Nasib Manchester United dan Ego Ronaldo
Cristiano Ronaldo saat laga Portugal kontra Republik Ceska di Stadion Jose Alvalade, di Lisbon, Kamis (9/6/2022). - (AP/Armando Franca)

Kehilangan Ronaldo pada musim panas ini tentu bukanlah momen yang tepat bagi Man United, terutama dalam rencana besar untuk melakukan perombakan skuad. Di tengah ketidakpastian soal penampilan Man United pada musim depan di bawah kendali pelatih anyar Erik ten Hag, Ronaldo setidaknya bisa menjadi jawaban instan.

Pada musim debut dalam kesempatan kedua membela Man United, Ronaldo terbukti menjadi pemain kunci. Torehan 24 gol dari 38 penampilan di semua ajang menempatkan Ronaldo sebagai top skorer klub pada musim ini.

Namun, penampilan impresif Ronaldo ternyata belum cukup membawa Man United mengakhiri musim ini dengan capaian memuaskan. Mengoleksi 64 poin, raihan poin terendah di sepanjang partisipasi di Liga Primer Inggris, Man United hanya mampu finis di peringkat keenam klasemen. Iblis Merah pun gagal tampil di Liga Champions musim depan dan harus puas merumput di kasta kedua kompetisi antarklub Eropa, Liga Europa. Kondisi itu yang akhirnya memicu keinginan Ronaldo untuk hengkang.

''Dia mungkin masih menghormati Man United, terutama para fan, dan mencintai klub ini, tapi ini bukan sesuatu yang bisa dia terima. Dia merasa masih bisa tampil di level tertinggi, terutama menjelang akhir kariernya,'' tulis laporan Sky Sports, Senin (4/7).

Sejak meninggalkan Sporting Lisbon pada musim 2002/2003, Ronaldo memang tidak pernah absen di pentas Liga Champions. Selama 19 tahun merumput di Liga Champions, Ronaldo menuai berbagai kesuksesan dan memecahkan berbagai rekor individu di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut.

Mulai dari pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di sepanjang sejarah Liga Champions dengan 183 penampilan, pencetak assist terbanyak, hingga pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Champions mampu dipecahkan Ronaldo.

Belum lagi dengan lima koleksi trofi Liga Champions. Julukan “Mr Champions League” pun sempat disematkan kepada Ronaldo. 

Berbagai teori akhirnya muncul mengenai latar belakang keengganan Ronaldo untuk melepaskan kesempatan absen di Liga Champions. Salah satunya datang dari mantan penyerang timnas Republik Irlandia Tony Cascarino. Menurut dia, Ronaldo tidak mau kehilangan salah satu pencapaian terbaik di Liga Champions, yaitu rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.

''Ronaldo adalah pemain yang selalu memiliki ego. Semua hal tentang dia, tapi ada juga soal tim. Selama ini, dia selalu bermain di tim yang menuai kesuksesan. Kini, saat Anda tidak menang, Anda berada dalam masalah,'' ujar Castarino kepada Talk Sports, Senin (4/7).

Cascarino merujuk pada persaingan Ronaldo dengan bintang Paris Saint-Germain (PSG) Lionel Messi. Berada di puncak top skorer sepanjang masa Liga Champions dengan 141 gol, Ronaldo hanya terpaut 16 gol dari Lionel Messi yang berada di urutan kedua.

Wajar bila beredar rumor bahwa Ronaldo harus mencari cara agar bisa tampil di Liga Champions, termasuk dengan mencari klub baru.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال