Jangan Ada Intimidasi ke Keluarga Brigadir Yosua

Jangan Ada Intimidasi ke Keluarga Brigadir Yosua
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal Penembakan di Rumah Dinas Kadiv Propam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).

arsipsumut.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo karena penyelidikan yang tengah berlangsung terkait kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Santoso, mengatakan keputusan Sigit menonaktifkan Sambo harus diapresiasi sebagai upaya agar tak ada conflict of interest dalam kasus ini.

"Mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit atas penonaktifan Irjen Ferdi Sambo sebagai Kadiv Propam Polri dengan adanya kasus ini agar tidak ada konflik interest antar penyidik dengan pihak Propam Polri," kata Santoso, Selasa (19/7).

Terkait laporan keluarga Brigadir Yosua ke Bareskrim, Santoso meminta agar tak ada intimidasi ke keluarga korban.

"Atas peristiwa ini dan pelaporan yang dilakukan oleh kuasa hukum almarhum Brigadir Yosua dengan laporan adanya pembunuhan berencana atas tewasnya Brigadir Yosua, saya meminta kepada pihak Polri untuk tidak melakukan intimidasi kepada keluarga korban," kata dia.

Sebab, kata dia, jika ada intimidasi kepada keluarga korban, akan mencoreng nama baik institusi Polri.

"Karena cara-cara seperti itu akan mencoreng institusi Polri di mata rakyat. Seluruh Polri harus menghormati proses penyidikan ini," kata dia.

Lebih lanjut, ia yakin keputusan Sigit dapat mempercepat proses penyidikan kasus dengan transparan.

"Tindakan Kapolri ini saya yakin akan mempercepat proses penyidikan kasus ini secara profesional serta transparan kepada publik," tutup dia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال