Sepi Panggung Bagi Seniman, MASA Sumut Bareng Musisi Medan Gelar Pentas Musik dan Seni


arsipsumut.com 

Sepinya panggung bagi para seniman dan penggiat musik di Kota Medan membuat Masyarakat Sadar Adat (MASA) Sumatera Utara dan Kenduri Kopi melaksanakan kegiatan ruang apresiasi komunitas, Sabtu (5/6/2022).

Kegiatan itu membawa tema "Orang-Orang Dalam Panggung" yang menghadirkan penampilan band-band lokal dan juga pembacaan puisi.

Ketua MASA Sumut Disti Nuaridho mengatakan, pandemi covid-19 telah membuat seniman kehilangan pangung-panggung berekspresi.

"Hal ini tidak lepas dari pandemi covid-19 telah membuat pangung bagi para seniman semakin berkurang. Namun hari ini kami MASA Sumut dan Kenduri Kopi dapat membuat panggung seni bagi musisi lokal," kata Disti.

Kata Disti, lewat kegiatan itu dia berharap para musisi Kota Medan dapat mengekspresikan kegemaran. "Melalui kegiatan ini semoga bisa menjadi ruang untuk menyalurkan keseniannya. Sukses selalu buat acara tersebut, salam kerinduan, bersatu, beradat dan berbudaya," terangnya.

Kegiatan Orang-Orang Dalam Panggung merupakan kali pertama. Ozi dari komunitas Kenduri Kopi mengatakan, kegiatan itu akan digelar secara berkelanjutan dengan mengundang lebih banyak lagi pelaku seni yang ada di Kota Medan. Menurut Ozi, sejauh ini belum banyak ruang ruang yang diciptakan oleh pemerintah kepada para musisi dan seniman.

Padahal kata dia, banyak karya karya lokal yang perlu untuk selalu didukung lewat ruang ruang berekspresi.

Sepi Panggung Bagi Seniman, MASA Sumut Bareng Musisi Medan Gelar Pentas Musik dan SeniMASA Sumut Bareng Musisi Medan Gelar Pentas Musik dan Seni

Tak sekedar itu saja, lebih jauh panggung kesenian biasa juga menjadi ruang pertemuan yang dapat merekatkan silaturahmi antar sesama seniman.

Seperti ketika komunitas musik sampah the baMBoe's memeriahkan acara orang orang dalam panggung. Membawa lagu lagu ciptaannya, komunitas musik yang sudah berdiri sejak tahun 1995 itu merasa senang dengan kegiatan tersebut.

Arman pendiri the baMBoes berujar musik adalah media menyampaikan pesan dan panggung menjadi jalan merekatkan silaturahmi. Kata dia ruang ruang kesenian yang hilang membuat jalan silaturahmi bagi sesama seniman jalanan sudah lama hilang. Karena itu, Arman berharap agar semakin banyak ruang ruang kreasi yang dilaksanakan bagi para seniman.

"Memang sudah sangat sedikit sekali ruang ruang kesenian di Medan. Kita harap pemerintah juga turut hadir untuk hal itu. Karena panggung juga menjadi ruang silaturahmi bagi para seniman yang saat ini sudah jarang ditemui," tutupnya. (***)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال